|
Menu Close Menu

Menteri Hanif : Bangun Poso Dengan Cintai Kearifan Lokal

Kamis, 06 Desember 2018 | 13.02 WIB

DHEANMEDIA.COM POSO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta masyarakat Poso menjaga persatuan dan kesatuan. Pasalnya, persatuan dan kesatuan merupakan modal utama pembangunan ekonomi bangsa dan negara.

Poso pernah mengalami konflik sosial di awal era reformasi. Kini, Poso terus berupaya mengatasi ketertinggalan dari daerah lain dengan merajut kembali persatuan dan kesatuan yang sempat tercerai-berai.

"Poso memiliki potensi yang besar baik sumber daya alamnya maupun sumber daya manusianya. Namun, segala potensi yang dimiliki Poso tidak ada artinya tanpa persatuan dan kesatuan," kata Hanif saat kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Poso, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (4/12/2018).

Pada kuliah umum bertema "Pengembangan Ketenagakerjaan Menuju Revolusi Industri 4.0" tersebut Hanif juga menyinggung soal pentingnya pembangunan karakter generasi muda di Poso.
"Anak muda Poso harus memiliki lima k, yaitu karakter, kompetensi, kreativitas, kolaborasi, dan kontribusi," ujar Hanif.

Hanif melanjutkan, ke depan tantangan yang dihadapi generasi muda sangat besar. Khususnya di tengah perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah tatanan kehidupan ekonomi, sosial, dan politik.

"Generasi muda harus menjadi pribadi yang tampil di atas standar. Kalian juga harus kreatif dan inovatif karena sekarang inovasi atau mati," ungkap Hanif.

Senada dengan Hanif, Bupati Poso, Darmin Agustinus Sigilipu, berpesan kepada masyarakat untuk terus semangat membangun Poso dengan cara mencintai kearifan lokal guna mewujudkan Poso yang cerdas, elok, damai, adil, dan sejahtera.

"Semoga acara ini menjadi inspirasi dan stimulus bagi kita agar dapat bersama-sama berkolaborasi menuangkan ide cemerlang bagi percepatan pembangunan di Poso," kata Darwin.

Sementara itu, Wakil Ketua III STAI Poso, Ibrahim Ismail, mengatakan kehadiran Menaker menjadi bukti bahwa Poso itu sekarang aman dan damai.

"Kita memiliki tugas besar dalam merajut keberagaman yang ada di Poso guna mencetak calon pemimpin di masa depan yang berintegritas. Kehadiran Menteri juga jadi bukti untuk Indonesia bahkan dunia kalau Poso itu aman," tutur Ibrahim.

Pada kesempatan ini, diadakan juga penggalangan dana untuk korban bencana gempa dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala.
Bagikan:

Komentar