|
Menu Close Menu

Bejat ! Seorang Anak Dibawah Umur Disodomi Pria Pegawai Toko

Kamis, 25 Oktober 2018 | 12.20 WIB

DHEANMEDIA.COM GOWA - Untuk memenuhi nafsu birahi, seorang karyawan toko di Makassar nekat melakukan pencabulan dan Sodomi terhadap sesama jenis di lingkungan Balla Lompoa.

Kasus tersebut mencuat ketika orang tua korban (MR, 13 tahun),  melihat adanya luka pada wajah korban, kemudian menanyakan penyebab luka namun jawaban sang anak tidak memuaskan  dan membuat sang ibu bertambah penasaran, selanjutnya tidak henti hentinya menanyai korban hingga menemukan jawaban pasti.

Awalnya korban takut mengakui, namun karna terdesak atas pertanyaan orang tua, lalu iapun memberikan jawaban yang sangat memukul perasaan orang tua korban dimana MR secara gamlang korban menjelaskan kejadian penganiayaan hingga perbuatan Cabul/ Zodomi yang dialami.

Mengetahui hal itu, kemudian orang tua korban melaporkan kejadian ke SPKT Polres Gowa selanjutnya personil PPA  dipimpin Aiptu Hasmawati melakukan peyelidikan dan upaya penangkapan terhadap pelaku di tempat kerjanya di Makassar namun pelaku tidak berada ditempat, selanjutnya korban mencoba chating melalui medsos untuk bertemu dan terjadi kesepakatan untuk bertemu di Jl. Usman Salengke Sungguminasa.

Dengan adanya kesepakatan antara korban dan pelaku kemudian Unit PPA Polres Gowa, berhasil mengamankan pelaku di Jl. Usman Salengke Sungguminasa. Dari hasil interogasi yang dilakukan ia mengakui telah melakukan aksi cabul dan zodomi untuk memuaskan nafsu birahi di halaman Balla Lompoa dan dirumah pelaku. Selain itu aksi yang dilakukan diabadikan untuk dijadikan senjata pamungkas untuk mengancam dan menakuti korban.

"Saya mengabadikan perbuatan cabul tersebut dengan tujuan agar dapat saya gunakan mengancam serta menakuti korban dengan maksud menyebar Foto cabul ke medsos, dengan harapan keinginan Sex pelaku  dapat dipenuhi oleh korban setiap waktu," ungkap pelaku saat dimintai keterangan oleh Kasubbag Humas.

"Bukan hanya itu, pelaku juga melakukan penganiayaan jika nafsu birahi tidak dituruti, bahkan tega melakukan pengancaman dengan menggunakan pisau," terang Kasat Reskrim Akp Herly Purnama saat memberi penjelasana pada Press Conference siang tadi
Bagikan:

Komentar