|
Menu Close Menu

Luncurkan Program Digital Talent, Kominfo Targetkan Perkuat Ekosistem Industri 4.0

Sabtu, 22 September 2018 | 12.11 WIB

DHEANMEDIA.COM BANDUNG - Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program pendidikan tanpa gelar bertajuk 'Digital Talent Scholarship'. Program ini berbentuk beasiswa pelatihan intensif untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital di Indonesia menuju Industri 4.0 serta peningkatan ekonomi digital. 

Beasiswa itu dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo bekerja sama dengan lima universitas negeri di Indonesia selaku tuan rumah dan penyedia tenaga pengajar.

“Setelah mendapat pelatihan, peserta akan memiliki keterampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi. Program ini memang tidak berintensi untuk menciptakan engineer, melainkan teknisi yang siap bekerja langsung ke dunia digital yang dikembangkan untuk menjangkau 20.000 orang di tahun 2019,” jelas Menteri Kominfo Rudiantara di Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/09/2018).

Rudiantara mengatakan bahwa selain pendidikan akademik, mahasiswa juga perlu meningkatkan kompetensi dan rekam jejaknya. "Menghadapi industri 4.0, salah satu hal yang dipersiapkan adalah kompetensi sumber daya manusia. Program 1000 Digital Talents Scholarship merupakan salah satu program untuk mendukung hal tersebut," ungkapnya.

Rudiantara menyatakan pada Tahun 2018 ini beasiswa akan diberikan kepada 1000 orang yang memenuhi persyaratan dan lolos seleksi online melalui micro-site khusus.  “Agar relatif match dengan kondisi bonus demografi, maka peserta yang dipersyaratkan adalah warga negara Indonesia dengan usia maksimal 29 tahun untuk lulusan D3 dan S1 serta SMK Bidang TIK.  Adapun untuk ASN/PNS dan pelaku industri dipersyaratkan berusia maksimal 33 tahun,” kata Rudiantara.

Acara peluncuran dilakukan bersama dengan kegiatan Digital Innovation Summit 2018 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran. Dalam acara itu berlangsung juga penandatangan Nota Kesepahaman antara Rektor Universitas Padjadjaran dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengenai Digital Talent Scholarship.

“Saya ucapkan terima kasih kepada lima perguruan tinggi yang menginisiasi tahun ini untuk 1000 (peserta), tahun depan Insyaallah 20.000,” ujar Rudiantara.

Selain itu, dilakukan juga penandatangan Perjanjian Kerja Sama antara Kominfo dengan lima perguruan tinggi yang terlibat yaitu Unpad, ITB, UI, ITS, dan UGM. Kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia dalam bentuk pelatihan bidang Cybersecurity dan Cloud Computing. Kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk bidang Big Data dan Artificial Intelligence.

Adapun kerja sama dengan Universitas Padjajaran dalam bentuk pelatihan Digital Business. Program ini juga didukung oleh Microsoft Indonesia selaku penerbit sertifikat keahlian sesuai dengan masing-masing tema pelatihan.

Rudiantara yang juga Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Padjadjaran menyampaikan penghargaan kepada Universitas Padjadjaran terhadap Program Digital Talent. 

“Saya berterima kasih kepada Universitas Padjadjaran yang ikut juga berpartisipasi dalam program Digital Talent Scholarship dalam pelatihan untuk digital business,” katanya.

Perkuat Ekosistem Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu sepenuhnya pada digitalisasi perlu diantisipasi dengan penyiapan sumberdaya manusia yang mumpuni. Apalagi dalam konteks yang lebih luas, ekonomi digital di Indonesia pada 2020 diperkirakan akan mencapai 130 miliar US dollar atau Rp 1.831 triliun. Dengan pencapaian tersebut, maka dua tahun mendatang ekonomi digital akan berkontribusi sekitar 11% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Menurut Rudiantara, pengalaman shifting atau pergeseran ekonomi ke arah digitalisasi yang dialami oleh Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan rintisan yang tumbuh menjadi perusahaan raksasa justru mampu menyerap dan memberdayakan tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan. 

“Dalam satu dekade lagi Indonesia memiliki generasi “digital native” yang jumlahnya hampir dua kali lipat jumlah warga usia non-produktif.  Kita akan menikmati berkah bonus demografi pada tahun 2028-2031 yaitu kondisi di mana rasio jumlah angkatan kerja berada pada kisaran dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah usia non-produktif,” kata Rudiantara.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo di Vietnam pekan lalu, Menteri Kominfo menyatakan sumber daya untuk manusia itu tidak terbatas untuk menjawab tantangan dunia dengan kreativitas yang luar biasa, terutama berkat teknologi.

“Presiden Jokowi menegaskan bahwa kini saatnya meningkatkan ekonomi yang didorong dengan sumber daya manusia yang kapasitasnya tidak terbatas, bukan hanya dengan sumber daya alam,” ungkapnya. 

Program pendidikan Digital Talent dilaksanakan selama dua bulan, dimana peserta akan mempelajari sejumlah materi terkait kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadai revolusi industri 4.0. Silabus pun telah disiapkan dengan melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar saat ini. 

Menteri Rudiantara menegaskan secara khusus program itu kami mensyaratkan komitmen penuh untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia serta tidak menganut paham radikalisme atau paham lain yang ingin mengganti dasar negara. 

“Persyaratan ini bukan hanya merupakan formalitas, agar jangan sampai kita justru berinvestasi kepada anasir-anasir yang merongrong keberlangsungan bangsa ini,” tegasnya.

Bagikan:

Komentar